http://PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) , — Setelah 541 hari memimpin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan resmi meninggalkan Pulau Bangka untuk melanjutkan pengabdian di Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan.
Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan acara lepas sambut dan serah terima jabatan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dari Sugeng Indrawan kepada Febie Dwi Hartanto, Rabu (26/8/2026).

Caption : Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Kalapas Sugeng Indrawan ke Kalapas Febie Dwi Hartanto.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), mitra kerja Lapas Pangkalpinang, jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Dharma Wanita Persatuan, Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan, petugas Lapas Pangkalpinang hingga para pensiunan.
Sugeng meninggalkan sejumlah catatan inovasi selama memimpin Lapas Pangkalpinang, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan lahan produktif.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai bahan pembenah tanah dan kompos yang dinilai ramah lingkungan serta ekonomis.
Program tersebut kemudian dikembangkan melalui Kelurahan Binaan di Kelurahan Tuatunu Indah. Sejumlah kegiatan di antaranya pemanfaatan kompos untuk kebun sawit dan nanas masyarakat adat Melayu Tuatunu, pengembangan dodol nanas bersama UMKM dan santri Pondok Pesantren Manbaul Ulum hingga dipasarkan ke Jawa Barat.
Selain itu, Lapas Pangkalpinang bersama mitra turut mendorong penyerahan rumah panggung layak huni, penanaman hortikultura di lahan tidak produktif pesantren, serta pencetakan sawah di lahan idle Tuatunu seluas sekitar 8 hektare yang hingga kini masih berjalan.
Program-program tersebut melibatkan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PLTU Air Anyir.
Acara sertijab ini turut mendapat perhatian khusus dari organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Bangka Belitung. Ketua PJS Babel, Agus Eko, hadir bersama jajaran pengurus DPD PJS Babel dan DPC PJS se-Bangka Belitung sebagai tamu undangan dalam prosesi tersebut.
Kehadiran PJS Babel tidak sekadar menjadi bentuk penghormatan dalam momentum pergantian pimpinan.Bagi PJS Babel, sinergitas antara lembaga pemasyarakatan dan insan pers merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, berimbang, serta tetap mengedepankan profesionalitas masing-masing pihak,
Di balik prosesi sertijab tersebut, tersimpan jejak pengabdian yang layak diapresiasi serta harapan besar agar sinergitas antara Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan media, khususnya PJS Babel, terus terjaga dan semakin kuat ke depannya.
Bawa Semangat Pulau Kemandirian
Sugeng mengatakan perpindahan tugas ke Nusakambangan bukan berarti meninggalkan berbagai program yang telah dibangun selama bertugas di Pangkalpinang.
“Saya tidak melihat perpindahan ini sebagai meninggalkan apa yang telah dibangun, tetapi membawa semangat itu ke tempat yang baru. Apa yang dimulai di Lapas Pangkalpinang, mudah-mudahan terus berkembang dan memberi manfaat di Nusakambangan,” ujar Sugeng.

Menurutnya, setiap inovasi di bidang Pemasyarakatan harus mampu memberikan dampak nyata, baik bagi Warga Binaan, masyarakat maupun lingkungan.
Sugeng selanjutnya dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Nusakambangan, yang tengah didorong menjadi bagian dari penguatan kemandirian dan ketahanan pangan Pemasyarakatan.
Febie Siap Lanjutkan Inovasi
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang yang baru, Febie Dwi Hartanto, menyatakan siap melanjutkan berbagai program yang telah dirintis pendahulunya.
“Apa yang telah dibangun Pak Sugeng menjadi fondasi yang baik. Kami akan menjaga kesinambungannya dan menghadirkan inovasi baru agar Lapas Pangkalpinang terus menjadi ruang tumbuhnya keterampilan, kemandirian, dan harapan,” ungkap Febie.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, turut mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Sugeng selama memimpin Lapas Pangkalpinang.
Menurutnya, rotasi dan promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan untuk membawa pengalaman dan inovasi ke tempat tugas yang baru.
“Harapannya, Pak Sugeng membawa pengalaman terbaik dari Bangka Belitung untuk memperkuat kemandirian di Nusakambangan, sementara Lapas Pangkalpinang terus melanjutkan inovasi yang telah dibangun,” kata Ade.
Dari Pulau Timah menuju Pulau Kemandirian, estafet kepemimpinan tersebut menjadi momentum bagi Sugeng untuk membawa pengalaman dan semangat inovasi ke tempat tugas yang baru.
Sementara di Pangkalpinang, Febie Dwi Hartanto kini mengemban amanah untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan berbagai program yang telah berjalan agar Lapas semakin produktif, mandiri dan memberi manfaat bagi masyarakat.(PJS BABEL)













Leave a Reply