Pajero Sport Jadi Pengawal, Iring-Iringan Empat Kendaraan Bawa 22,4 Ton Timah Diduga Ilegal dari Gudang Rajawali
PJSBABEL.COM (Bangka Tengah) – Operasi penyekatan yang digelar Satuan Tugas Lapangan (Satlap) Tricakti pada Sabtu dini hari (7/2/2026) bukan sekadar penindakan biasa. Dari hasil operasi tersebut, terkuak dugaan pengiriman timah ilegal terstruktur yang melibatkan iring-iringan empat kendaraan sekaligus, terdiri dari dua mobil pengangkut timah balok dan dua unit truk bermuatan pasir timah, dengan sumber barang diduga kuat berasal dari Gudang Rajawali di wilayah Sadai. Selasa (10/2/2026)
Total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 22,4 ton, terdiri dari timah balok dan biji timah basah, jumlah yang dinilai publik terlalu besar untuk dikategorikan sebagai pelanggaran biasa.
Temuan ini langsung memantik desakan keras agar perkara dilimpahkan ke Mapolda Kepulauan Bangka Belitung atau Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel, terlebih karena dikaitkan dengan pusaran kasus timah Bangka Belitung, termasuk isu 300 ton timah sitaan dan dugaan produksi balok timah ilegal.
Berawal dari Informasi Cepu
Penindakan bermula dari informasi masyarakat yang diterima personel Pos Koba terkait pergerakan mencurigakan dua truk dari arah Toboali yang melintas jalur Kenanga–Koba–Namang menuju arah Jebus, jalur yang selama ini dikenal rawan pengiriman timah ilegal.
Sekira pukul 01.35 WIB, tiga personel Pos Koba bergerak cepat melakukan pengejaran. Hasilnya, dua unit truk dengan nomor polisi BN 9707 PR dan G 8108 CB berhasil dihentikan di wilayah Jalan Namang. Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan muatan pasir timah basah dengan estimasi berat mencapai ±17 ton.
Temuan ini segera dilaporkan Danpos Koba Pelda Suci kepada Dansektor Selatan Mayor Inf Yayat Nur Hidayat.
Terungkap Iring-Iringan Empat Kendaraan
Namun fakta di lapangan kemudian menunjukkan bahwa dua truk tersebut bukan bergerak sendiri. Saat Dansektor Selatan menuju lokasi, petugas mendapati iring-iringan empat kendaraan yang diduga kuat saling berkaitan.
Selain dua truk bermuatan pasir timah, terdapat:
Satu unit truk bermuatan timah balok
Satu unit mobil Pajero Sport bermuatan timah balok
Kendaraan Pajero Sport bernomor polisi B 2427 KBR berhasil dihentikan dan diperiksa. Di dalamnya, petugas mendapati dua oknum anggota TNI aktif yang berdinas di Koramil Taman Sari Pangkalpinang, masing-masing Praka En dan Praka Pa, membawa timah balok tanpa dokumen resmi.

Caption : Balok timah dalam mobil Pajero yang dikendarai 2 oknum TNI
Tak berselang lama, satu unit truk lain dengan nomor polisi BM 8647 ZO yang berada di depan rombongan juga berhasil dihentikan. Dari kendaraan ini, kembali ditemukan muatan timah balok dalam jumlah besar.
Fakta iring-iringan ini menguatkan dugaan bahwa pengiriman dilakukan secara terkoordinasi, bukan bersifat insidental.
Sumber Barang Mengarah ke Gudang Rajawali
Dari hasil pendalaman awal di lokasi penyekatan, seluruh muatan timah—baik pasir timah maupun timah balok—diduga berasal dari satu sumber yang sama, yakni Gudang Rajawali di wilayah Sadai.
Sekira pukul 03.20 WIB, Dansektor Selatan bersama personel Satlap Tricakti bergerak menuju lokasi gudang tersebut. Tim tiba sekitar pukul 06.33 WIB dan langsung melakukan pengawasan ketat.
Hingga saat ini, gudang tersebut masih dalam status pengamanan dan pemantauan, menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum.
Barang Bukti Skala Besar
Secara keseluruhan, Satlap Tricakti mengamankan:
220 batang timah balok dengan berat ± 5,5 ton
338 kampil pasir timah basah dengan berat ± 16.900 kg
*Total keseluruhan ±22,4 ton timah
Empat kendaraan diamankan bersama para sopirnya, yakni Mulyadi, Margono, dan Ormen, serta dua anggota TNI yang berada di dalam Pajero Sport.

Caption: Kendaraan Pajero Sport bernomor polisi B 2427 KBR berhasil dihentikan dan diperiksa. Di dalamnya, petugas mendapati dua oknum anggota TNI aktif
Untuk sementara, seluruh barang bukti diarahkan dan diamankan ke GBT Cambay.
Desakan Publik: Bongkar Aktor Utama
Pengungkapan ini memicu reaksi keras publik. Sejumlah pihak mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada sopir dan kurir lapangan, melainkan diusut tuntas hingga ke aktor intelektual dan pemodal.
Publik juga mendorong:
- Sumber Barang Mengarah ke Gudang Rajawali
- Penjemputan paksa terhadap sopir, kuli bongkar muat, dan pihak gudang
- Penyitaan seluruh kendaraan yang terlibat
- Penelusuran keterkaitan dengan kasus besar timah Bangka Belitung, termasuk dugaan produksi balok timah dari timah sitaan ±300 ton
“Kalau cuma berhenti di sopir dan kurir, itu bukan penegakan hukum, tapi sandiwara. Aktor utamanya harus dibongkar,” ujar salah satu pengamat tambang di Bangka Belitung.
Ujian Serius Penegakan Hukum
Kasus ini dinilai sebagai ujian serius bagi penegakan hukum di Bangka Belitung, terutama dalam konteks pemberantasan kejahatan sumber daya alam.
Skala barang bukti, pola pengiriman beriringan, keterlibatan gudang, hingga munculnya oknum aparat, menjadi indikator bahwa perkara ini bukan kasus kecil.
Jika tidak ditangani secara transparan dan tegas, publik khawatir kepercayaan terhadap aparat akan kembali terkikis, sementara praktik peredaran timah ilegal terus berulang dengan pola yang sama.
Satlap Tricakti sendiri menegaskan bahwa kegiatan penyekatan ini bertujuan mencegah kebocoran hasil produksi, menjaga tata niaga timah, serta mendukung upaya penertiban tambang ilegal.
Selama operasi berlangsung, situasi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.
Namun bagi publik Bangka Belitung, satu pertanyaan besar kini menggantung: apakah kasus ini akan benar-benar dibongkar hingga ke akar, atau kembali menguap di tengah jalan? (*)












Leave a Reply