Akun TikTok Della Rianadita Tak Lagi Ditemukan, Publik Pertanyakan Sikap Pemkot Pangkalpinang
PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Polemik dugaan pernikahan atau poliandri yang menyeret nama Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Della Rianadita, kembali menjadi sorotan publik. Setelah viral pemberitaan oleh Jejaring Media KBO Babel, akun TikTok yang mengatasnamakan Della Rianadita dan memuat sejumlah foto tidak senonoh serta video kontroversial, tiba-tiba lenyap dari jagat media sosial. Rabu (18/2/2026)
Pantauan wartawan Jejaring Media KBO Babel, sekitar pukul 08.00 WIB akun tersebut masih dapat diakses dan sejumlah unggahannya masih terlihat. Namun beberapa jam kemudian, akun itu tak lagi ditemukan. Belum diketahui secara pasti apakah akun tersebut dihapus oleh pemiliknya atau ditutup oleh pihak platform.
Hilangnya akun tersebut justru semakin memantik tanda tanya di tengah masyarakat. Publik menilai, penghapusan akun tidak serta-merta mengakhiri polemik yang telah berkembang luas. Apalagi isu yang beredar menyangkut dugaan pelanggaran etika dan potensi pelanggaran Undang-Undang yang melekat pada status yang bersangkutan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus pejabat publik strategis di salah satu rumah sakit daerah milik pemerintah.
Sejumlah warga Pangkalpinang mendesak agar Wali Kota Pangkalpinang segera memberikan pernyataan resmi. Mereka menilai, persoalan ini tidak bisa dibiarkan menggantung tanpa kejelasan sikap dari kepala daerah sebagai pembina ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“Sekarang tidak perlu lagi harus dilindungi oleh wali kota terhadap ASN yang telah membuat malu dan gaduh masyarakat Pangkalpinang. Sekarang dibutuhkan tindakan nyata, bukan malah membiarkan persoalan ini,” ujar Ahmad, salah satu warga Pangkalpinang.
Sebelumnya, Inspektorat Pemerintah Kota Pangkalpinang sempat membantah adanya dugaan perselingkuhan atau hubungan terlarang antara ST dengan dr Della Rianadita. Bantahan itu disampaikan menyusul kabar bahwa keduanya dipergoki oleh suami dr Della, dr Kuncoro Bayu Aji, di salah satu ruang rawat inap RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut disebut-sebut sempat menimbulkan kegaduhan di internal rumah sakit dan menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.

Captain : Akun tiktok Della Rianadita saat ini hilang di jahat media sosial setelah viral di pemberitaan
Kini, dengan menghilangnya akun TikTok yang memuat konten kontroversial tersebut, sorotan publik beralih pada aspek transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat menilai, jabatan sebagai direktur rumah sakit daerah bukan sekadar posisi administratif, tetapi juga simbol moral dan integritas institusi pelayanan publik.
Sebagai pejabat publik, seorang direktur rumah sakit memiliki tanggung jawab menjaga citra institusi, terlebih di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang profesional dan beretika. Dugaan pelanggaran norma, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas jabatan, dinilai dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Pangkalpinang terkait perkembangan terbaru ini. Sementara itu, publik terus menanti langkah konkret Pemerintah Kota Pangkalpinang—apakah akan melakukan pemeriksaan mendalam, memberikan sanksi administratif jika terbukti melanggar, atau justru tetap mempertahankan sikap sebelumnya.
Yang jelas, hilangnya akun TikTok tersebut bukanlah akhir dari polemik. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat kini semakin kritis dan menuntut keterbukaan. Bagi sebagian warga, persoalan ini bukan semata isu personal, melainkan soal integritas pejabat publik dan wibawa pemerintahan daerah di mata masyarakat. (*)












Leave a Reply