PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Ir. M. Natsir: PLTN Thorium Jadi Jawaban Persoalan Sosial dan Energi Berkelanjutan di Bangka Belitung

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Bicara PLTN Thorium, Ir. M. Natsir: Bangka Belitung Punya Modal Sosial dan Geologis yang Kuat

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Lebih dari itu, PLTN menjadi pintu masuk untuk membedah persoalan sosial, partisipasi publik, hingga arah pembangunan berkelanjutan yang selama ini menjadi tantangan struktural daerah.

Hal itu ditegaskan Ir. M. Natsir, yang akrab disapa Guru, saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik “Perspektif Sosial, Partisipasi Publik dan Pembangunan Berkelanjutan Dampak PLTN Tenaga Thorium” di Aston Emidary Bangka Hotel and Conference Center, Pangkalpinang, Sabtu (7/2/2026).

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Caption : Ir M Natsir Narasumber bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center, Sabtu (7/2/2026)

Menurut Ir. M. Natsir, persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini saling bertaut dan tidak berdiri sendiri. Mulai dari isu ekonomi seperti kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial, hingga persoalan pendidikan berupa ketidaksetaraan akses.

Di sisi lain, tekanan lingkungan akibat perubahan iklim dan pola konsumsi berlebihan turut memperburuk kualitas hidup masyarakat.

Belum lagi persoalan kesehatan, baik akses layanan kesehatan maupun kesehatan mental seperti stres, depresi, dan kesepian. Ditambah lagi isu teknologi dan budaya seperti cyberbullying serta kecanduan gawai. Semua ini saling terkait dan menantang konsep pembangunan berkelanjutan,” ujar Ir. M. Natsir di hadapan peserta diskusi.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Caption : Ir M Natsir Narasumber bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center, Sabtu (7/2/2026)

Dalam konteks tersebut, ia menilai proyek PLTN thorium di Bangka Belitung harus dipahami sebagai bagian dari solusi jangka panjang, bukan sekadar proyek infrastruktur energi.

Energi yang andal dan bersih, kata dia, akan menjadi fondasi penting bagi transformasi sosial dan ekonomi daerah.

Ir. M. Natsir menjelaskan, ketergantungan pada energi fosil selama ini menimbulkan kerentanan ekonomi dan ekologis.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Caption : Ir M.Natsir Narasumber Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka; Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel &Conference Center Pangkalpinang, Sabtu (7/2/2026)

Diversifikasi energi melalui PLTN berbasis thorium menawarkan pasokan listrik stabil, rendah emisi, serta berkelanjutan untuk mendukung industri, pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor produktif lainnya.

“Kalau kita bicara pembangunan berkelanjutan, maka energi adalah kunci. Tanpa energi yang stabil dan bersih, sulit bicara pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, atau layanan kesehatan yang merata,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam setiap tahapan rencana pembangunan PLTN. Menurutnya, proyek strategis nasional semacam ini tidak boleh berjalan secara elitis dan tertutup.

Transparansi data, komunikasi berbasis fakta, serta ruang dialog yang sehat dengan masyarakat menjadi prasyarat mutlak.

Ketakutan publik terhadap nuklir sering kali lahir dari minimnya informasi dan narasi yang tidak utuh. Karena itu diskusi publik seperti ini menjadi sangat penting, agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar berdasarkan data dan fakta,” kata Ir. M. Natsir.

Terkait pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi pembangunan PLTN, Ir. M. Natsir menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa dasar. Salah satu syarat vital fasilitas nuklir adalah keamanan geologis, khususnya bebas dari ancaman gempa bumi besar.

Bangka Belitung berada di wilayah yang relatif aman dari aktivitas seismik signifikan. Ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kajian lokasi PLTN,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa aspek teknis harus berjalan seiring dengan pendekatan sosial. Edukasi publik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta jaminan keselamatan dan lingkungan harus menjadi bagian integral dari perencanaan.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berbasis thorium di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tak bisa dilihat semata sebagai proyek energi. Senin (7/2/2026)

Caption : Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Kadis Kominfo Budi Utama pose bersama dengan narasumber dan forkopimda Bangka Belitung, Sabtu (7/2/2026)

Ir. M. Natsir menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa masa depan energi Bangka Belitung tidak boleh dilepaskan dari kepentingan generasi mendatang.

PLTN thorium, menurutnya, harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kedaulatan energi, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ini bukan hanya soal listrik, tapi soal arah peradaban dan tanggung jawab kita terhadap masa depan,” pungkasnya. (KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *