Bukan Pro-Kontra, Diskusi Publik PLTN di Babel Tekankan Fakta, Keselamatan, dan Rasionalitas
PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Isu rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung kembali mendapat perhatian serius. Kali ini, bukan dalam bingkai pro dan kontra, melainkan melalui ruang dialog yang menempatkan data, fakta, dan nalar publik sebagai fondasi utama. Senin (2/2/2026).
Forum Unit Kinerja Sarjana Bangka Belitung (Fokus Babel) bekerja sama dengan Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel) akan menggelar Forum Diskusi Publik bertajuk “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung: Diskusi Data dan Fakta”, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center, Pangkalpinang.
Diskusi publik ini menghadirkan narasumber lintas disiplin yang kompeten di bidangnya, mulai dari praktisi lingkungan, pakar energi nuklir, pelaku industri, hingga aktivis sosial. Mereka adalah Dr. Ahmad Nahwani, S.T., M.T. (Praktisi Lingkungan Hidup/Pakar Energi Biomassa, putera asal Belinyu, Bangka), Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. (Anggota Dewan Energi Nasional periode 2021-2025, Chairman Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development, PLN Institute of Technology), Andri Yanto, S.H. (Junior Manager Operasional PT Thorcon Power Indonesia, putra daerah Bangka Belitung), serta Ir. M. Natsir (Ketua Umum Fokus Babel/Aktivis Sosial).
Diskusi akan dipandu oleh dua moderator, yakni Ahmadi Sofyan, pemerhati sosial budaya Bangka Belitung, dan Zamhari, S.E., M.M, dosen STIE IBEK Pangkalpinang sekaligus Wakil Ketua Fokus Babel.
Penanggung Jawab KBO Babel, Rikky Fermana, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang literasi publik yang jernih dan berimbang.
Menurutnya, isu PLTN tidak bisa disikapi dengan emosi, asumsi, apalagi stigma, melainkan perlu dipahami secara utuh dan rasional.
“PLTN adalah isu strategis nasional yang kompleks. Karena itu masyarakat perlu ruang diskusi yang objektif, berbasis data dan fakta, bukan sekadar opini atau ketakutan yang tidak terverifikasi,” ujar Rikky Fermana saat jumpa pers bersama Ir. M. Natsir, Senin (2/2/2026).

Caption: Tema Diskusi, Narasumber dan Moderator di flayer
Ia menekankan, forum ini bukan ajang kampanye pro maupun kontra, melainkan wadah pembelajaran bersama agar publik memiliki kapasitas intelektual untuk menilai sendiri rencana tersebut secara kritis dan bertanggung jawab.
Hal senada disampaikan Ir. M. Natsir, Ketua Umum Fokus Babel. Menurutnya, Bangka Belitung sebagai daerah yang akan terdampak langsung wacana PLTN harus dibekali pemahaman menyeluruh, mulai dari aspek keselamatan, regulasi, teknologi, manfaat energi, hingga potensi risiko sosial dan lingkungan.
“Diskusi ini penting agar masyarakat tidak menjadi objek kebijakan, tetapi subjek yang paham, sadar, dan mampu berdialog secara dewasa. Kita ingin membangun sikap kritis yang sehat, bukan resistensi yang lahir dari ketidaktahuan,” tegas Natsir.
Forum Diskusi Publik ini juga diharapkan mampu menjembatani kesenjangan informasi antara kebijakan energi nasional dan perspektif lokal masyarakat Bangka Belitung.
Dengan menghadirkan narasumber dari berbagai sudut pandang, peserta akan diajak melihat isu PLTN secara komprehensif—tidak hitam putih, tetapi penuh konteks.

Caption: Tema, Narasumber dan Moderator diskusi publik di flayer media
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 14.00 WIB ini terbuka untuk umum, melibatkan akademisi, profesional, mahasiswa, media, serta masyarakat luas.
Panitia menargetkan forum ini menjadi referensi awal yang kredibel bagi publik dalam menyikapi isu ketenaganukliran di daerah.
Melalui diskusi ini, penyelenggara berharap lahir pemahaman yang lebih utuh dan berimbang, sehingga Bangka Belitung dapat memposisikan diri secara cerdas dalam percaturan kebijakan energi nasional, tanpa mengabaikan prinsip keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan generasi masa depan. (KBO Babel)












Leave a Reply