PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Latihan Tempur Terpadu di Babel, TNI AL Sita Ratusan Ton Timah dan Logam Tanah Jarang

Disaksikan Kasal dan Gubernur, TNI AL Uji Kekuatan Tempur Sekaligus Ungkap Hasil Tangkapan Tambang Ilegal

PJSBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).

Latihan ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.

Latihan tersebut menampilkan skenario operasi tempur terpadu yang melibatkan berbagai unsur kekuatan laut dan pendarat.

Sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) diterjunkan, didukung pesawat patroli maritim, helikopter, drone surveilans, drone kamikaze, pasukan pendarat, hingga sistem senjata Multi Launch Rocket System (MLRS) Korps Marinir.

Dentuman Meriam 76 mm dari KRI Raden Eddy Martadinata-331 membuka rangkaian simulasi pertempuran laut. Manuver taktis dilanjutkan dengan aksi

Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) oleh KRI Brawijaya-320 yang menggambarkan penindakan terhadap kapal target dalam skenario pelanggaran wilayah.

PJSBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (15/2).

Caption : Helikopter TNI AL saat bermanuver mendekati KRI Brawijaya latihan Tempur di Belinyu Bangka, Minggu (15/2/2026)

Di sisi lain, roket-roket MLRS Marinir menghantam titik sasaran di darat, disusul pendaratan amfibi pasukan Korps Marinir yang bergerak cepat menguasai pantai.

Seluruh unsur digerakkan dalam satu komando operasi terintegrasi. Konsep anti akses difokuskan pada pencegahan masuknya kekuatan lawan ke wilayah strategis, sementara anti amfibi diarahkan untuk menggagalkan upaya pendaratan musuh di garis pantai.

Bangka Belitung yang memiliki posisi geografis strategis dan kaya sumber daya alam dinilai menjadi wilayah vital yang perlu penguatan pertahanan.

Usai latihan, perhatian publik tertuju pada peninjauan barang bukti hasil Operasi Keamanan Laut yang dipamerkan di lokasi.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, Kasal meninjau tumpukan timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang seperti zircon, ilmenite, dan monazite.

Disaksikan Kasal dan Gubernur, TNI AL Uji Kekuatan Tempur Sekaligus Ungkap Hasil Tangkapan Tambang IlegalPJSBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (15/2).

Caption: Pasukan TNI AL latihan tempur di Belinyu Bangka disaksikan KASAL dan Gubernur Kep Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026)

Total hasil tangkapan mencapai 496,892 ton timah dan 10.762,117 ton logam tanah jarang dengan estimasi nilai sekitar Rp173,6 miliar.

Nilai fantastis ini menjadi gambaran nyata potensi kerugian negara akibat praktik penyelundupan dan pertambangan ilegal.

Muhammad Ali menegaskan bahwa latihan ini menjadi yang pertama digelar dengan mengintegrasikan teknologi baru seperti drone surveilans, drone kamikaze, serta sistem Mobile Command dalam satu skema operasi.

Modernisasi tersebut menjadi bagian dari transformasi kekuatan TNI AL dalam menghadapi dinamika ancaman maritim yang semakin kompleks.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kesiapan tempur, tetapi sekaligus menjadi pesan tegas terhadap pelaku illegal mining dan penyelundupan sumber daya alam.

TNI AL, tegasnya, siap mendukung penuh arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat pengamanan laut dan menjaga kekayaan alam nasional dari praktik ilegal yang merugikan negara serta merusak lingkungan.

Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di Bangka Belitung pun menjadi simbol dua misi sekaligus: demonstrasi kekuatan pertahanan dan komitmen penegakan hukum di laut.

Di tengah tingginya aktivitas tambang ilegal di wilayah perairan timah, pesan yang disampaikan jelas—laut Indonesia bukan ruang bebas bagi penyelundup, dan kekuatan negara hadir untuk menjaga kedaulatan serta kekayaan bangsa. (KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *