PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Ketua IDI Wilayah Babel dr Arinal Pahlevi: “Kami Hadir untuk Keadilan dan Mengawal Proses Hukum dr Ratna

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) — Suasana di halaman Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (4/12/2025), berubah menjadi lautan putih ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Bangka Belitung berkumpul menyuarakan dukungan untuk dr Ratna Setia Asih. Mereka datang dari berbagai rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan, menunjukkan bahwa solidaritas profesi bukan hanya slogan, tetapi nyata dan terukur.

Dihadapan Ratusan Nakes, Ketua IDI Wilayah Babel dr Arinal Pahlevi Tegaskan Stop Kriminalisasi dr Ratna

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) — Suasana di halaman Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (4/12/2025), berubah menjadi lautan putih ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Bangka Belitung berkumpul menyuarakan dukungan untuk dr Ratna Setia Asih. Jum’at (5/12/2025).

Mereka datang dari berbagai rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan, menunjukkan bahwa solidaritas profesi bukan hanya slogan, tetapi nyata dan terukur.

Sidang perdana perkara kesehatan yang menjerat dr Ratna menarik perhatian luas, terutama karena kasus ini dinilai berpotensi membentuk preseden negatif bagi para tenaga kesehatan di Indonesia.

Kekhawatiran itulah yang mendorong para medis turun ke jalan: mereka meminta proses hukum yang objektif, adil, dan tidak menyudutkan profesi.

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) — Suasana di halaman Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (4/12/2025), berubah menjadi lautan putih ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Bangka Belitung berkumpul menyuarakan dukungan untuk dr Ratna Setia Asih. Mereka datang dari berbagai rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan, menunjukkan bahwa solidaritas profesi bukan hanya slogan, tetapi nyata dan terukur.

Caption: Ketua IDI Wilayah Bangka Belitung dr Arinal Pahlevi

Di tengah aksi, Ketua IDI Wilayah Bangka Belitung, dr Arinal Pahlevi, tampil memberikan pernyataan sikap resmi.

Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk dukungan moral dan profesional terhadap sejawat mereka, sekaligus upaya memastikan bahwa proses hukum berjalan tanpa tekanan dan tanpa kriminalisasi tenaga medis.

Kami hadir karena kami satu profesi, satu perjuangan. Bukan hanya dokter, tapi juga perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan. Kehadiran kami sebagai bentuk dukungan moril maupun materil untuk memastikan keadilan ditegakkan,” kata dr Arinal kepada awak media.

Menurutnya, stigma bahwa dokter melakukan kesalahan dengan sengaja adalah tudingan yang tidak berdasar.

Tidak ada dokter yang berniat jahat. Kita bekerja untuk menolong, bukan mencelakai. Dalam dunia medis, setiap tindakan memiliki risiko—itulah yang disebut prognosis. Dan prognosis bisa berjalan baik, bisa juga tidak. Bahkan kematian pun bagian dari kemungkinan itu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam setiap perkara medis, terdapat mekanisme profesional yang seharusnya menjadi rujukan awal, yakni Majelis Disiplin Profesi (MDP) di bawah Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia dan Kementerian Kesehatan.

MDP memiliki fungsi evaluasi dan penilaian sebelum sebuah kasus dibawa ke ranah pidana.

MDP itu amanah regulasi. Kalau ada yang perlu dievaluasi atau diperbaiki, mari kita benahi lewat jalur yang benar. Tujuan kita satu: agar kasus seperti ini tidak menimbulkan friksi, dan proses hukum bisa berjalan lurus, objektif, tanpa tekanan,” ujar dr Arinal.

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) — Suasana di halaman Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Kamis (4/12/2025), berubah menjadi lautan putih ketika ratusan tenaga kesehatan dari seluruh Bangka Belitung berkumpul menyuarakan dukungan untuk dr Ratna Setia Asih. Mereka datang dari berbagai rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan, menunjukkan bahwa solidaritas profesi bukan hanya slogan, tetapi nyata dan terukur.

Caption : Ketua IDI Wilayah Babel dr Arinal Pahlevi didampingi Hangga Oktafandany SH Penasehat Hukum dr Ratna Setia Asih

Sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Arinal memahami betul dinamika profesi medis yang sering dihadapkan pada situasi dilematis.

Karena itu, ia meminta masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemangku kebijakan untuk melihat kasus dr Ratna dari sudut pandang profesional kesehatan, bukan hanya dari opini publik yang kerap terdistorsi.

Di akhir penyataannya, ia kembali menekankan bahwa aksi solidaritas ini bukan bentuk intervensi terhadap pengadilan, tetapi permohonan agar proses hukum benar-benar berpegang pada prinsip keadilan.

Kami datang dengan damai. Kami hanya meminta yang adil. Dokter bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai kriminalisasi membuat tenaga kesehatan takut bekerja,” tutur dr Arinal.

Aksi solidaritas berlangsung tertib hingga selesai. Para peserta aksi berencana mengawal persidangan dr Ratna pada tahap-tahap berikutnya, sebagai bentuk komitmen menjaga marwah profesi dan memastikan tidak ada tenaga medis yang dipidana tanpa dasar yang objektif dan sesuai regulasi. (Sri Rezeki/KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *