PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

LAKSAMANA: Indonesia Harus Percepat Diversifikasi Energi Hadapi Gejolak Global

http://PJSBABEL.COM (Jakarta) – Memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia. Kondisi ini menjadi perhatian Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Silaen menilai eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap stabilitas distribusi energi global, khususnya minyak bumi yang hingga kini masih menjadi komoditas strategis utama.

“Ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Timur Tengah berpotensi memicu gangguan distribusi energi global. Hal ini tentu akan berdampak pada negara-negara yang masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan energi impor, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional agar tidak terlalu rentan terhadap dinamika global. Menurutnya, penguatan kebijakan energi menjadi hal mendesak, termasuk melalui diversifikasi sumber energi serta peningkatan kapasitas infrastruktur.

“Ketahanan energi harus dibangun secara sistematis. Diversifikasi energi dan penguatan infrastruktur menjadi kunci agar Indonesia tidak mudah terdampak gejolak global,” katanya.

Dari sisi industri, Silaen juga menyoroti pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan rantai pasok di tengah ketidakpastian global. Ia menilai stabilitas pasokan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesiapan sektor industri dalam merespons potensi gangguan distribusi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga serta mendukung keberlangsungan aktivitas industri nasional.

“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha harus diperkuat. Ini bukan hanya soal pasokan, tetapi juga stabilitas harga dan keberlanjutan ekonomi nasional,” tegasnya.

Di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang, Silaen mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional, meskipun terlambat. Ia menilai kesiapan menghadapi krisis energi global harus menjadi prioritas strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan energi Indonesia.(KBO BABEL)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *