PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Arya Rezavidi: PLTN Thorium Bukan Sekadar Proyek Teknologi, tapi Ujian Kesiapan Bangsa

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya berbasis thorium, kembali ditegaskan sebagai isu strategis nasional yang tak bisa dilihat secara parsial. Selasa (10/2/2026)

PLTN Thorium dan Jalan Panjang Indonesia Emas: Arya Rezavidi Tekankan Kesiapan SDM dan Pendekatan Sosial

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya berbasis thorium, kembali ditegaskan sebagai isu strategis nasional yang tak bisa dilihat secara parsial. Selasa (10/2/2026)

Dalam Diskusi Publik bertajuk “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung: Diskusi Data dan Fakta” yang digelar di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center, Pangkalpinang, Sabtu (7/2/2026), para narasumber menempatkan PLTN dalam konteks yang lebih luas: ketahanan energi, kesiapan sumber daya manusia, serta tantangan sosial yang menyertainya.

Menutup diskusi tersebut, Arya Rezavidi, M.EE., PhD., Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) sekaligus Dewan Penasihat Kopetindo, menyampaikan closing statement yang menegaskan bahwa PLTN bukan sekadar proyek teknologi tinggi, melainkan proses multidimensi yang akan menguji kesiapan bangsa secara menyeluruh.

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya berbasis thorium, kembali ditegaskan sebagai isu strategis nasional yang tak bisa dilihat secara parsial. Selasa (10/2/2026)

Caption : Arya Rezavidi Dewan Pakar METI pose bersama Narasumber dan Moderator diskusi publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta usai menyerahkan piagam penghargaan, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center, Sabtu (7/2/2026)

PLTN tidak bisa dipandang hanya dari sisi reaktornya. Yang paling menentukan justru manusianya. Tanpa kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berkelanjutan, teknologi secanggih apa pun tidak akan memberi manfaat maksimal,” tegas Arya.

Menurutnya, kesiapan SDM menjadi fondasi utama sejak tahap perencanaan, pengoperasian, hingga pemanfaatan PLTN dalam jangka panjang.

Hal ini mencakup kapasitas teknis, tata kelola, budaya keselamatan, hingga kemampuan transfer pengetahuan agar Indonesia tidak terus bergantung pada pihak asing.

Arya kemudian menarik konteks global, di mana negara-negara maju telah lama menjadikan PLTN sebagai tulang punggung ketahanan energi.

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya berbasis thorium, kembali ditegaskan sebagai isu strategis nasional yang tak bisa dilihat secara parsial. Selasa (10/2/2026)

Caption : Arya Rezavidi Dewan Pakar METI saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Mahmud Marhaba Dewan Pembina KBO/Ketua Umum PJS, Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Sabtu (7/2/2026)

Energi nuklir dinilai mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil, berkapasitas besar, rendah emisi karbon, dan berkelanjutan.

Karakteristik ini menjadikan PLTN relevan untuk menopang industrialisasi, riset, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Jika Indonesia berbicara tentang Indonesia Emas, maka kita juga harus jujur tentang kebutuhan energinya. Tanpa sumber energi besar dan stabil seperti PLTN, visi itu berpotensi hanya menjadi slogan,” ujarnya.

Lebih jauh, Arya menekankan bahwa rencana pembangunan PLTN juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.

Ia menyebutkan, proyek PLTN berpotensi menciptakan sekitar 6.850 lapangan pekerjaan, baik pada fase konstruksi, pengoperasian, hingga pengembangan industri pendukung. Dampak ini dinilai strategis dalam mendorong peningkatan kualitas SDM nasional serta memperkuat kemandirian teknologi dan industri dalam negeri.

Namun demikian, Arya secara terbuka mengakui bahwa jalan menuju pembangunan PLTN tidak bebas hambatan.

Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan jangka panjang, terutama terkait risiko paparan radiasi dan potensi peningkatan kasus kanker, masih menjadi isu krusial yang belum sepenuhnya terjawab di ruang publik.

Ketakutan masyarakat itu nyata dan tidak boleh diremehkan. Tapi menjawabnya juga harus dengan sains, data, dan pengalaman empiris, bukan asumsi atau narasi ketakutan,” katanya.

Selain isu kesehatan, stigma negatif terhadap energi nuklir juga menjadi tantangan besar.

Menurut Arya, persepsi publik masih banyak yang mengaitkan nuklir dengan perang, senjata, dan kehancuran, bukan sebagai teknologi energi damai.

Kondisi ini menuntut upaya edukasi publik yang konsisten dan berkelanjutan.

Karena itu, Arya menegaskan bahwa pembangunan PLTN di Indonesia harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih komprehensif.

PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya berbasis thorium, kembali ditegaskan sebagai isu strategis nasional yang tak bisa dilihat secara parsial. Selasa (10/2/2026)

Caption : Arya Rezavidi Dewan Pakar METI saat menyampaikan closing statement di Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center Pangkalpinang, Sabtu (7/2/2026)

Tidak cukup hanya mengandalkan kajian teknis, tetapi juga pendekatan sosial yang humanis, transparan, dan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sejak tahap awal perencanaan.

Nuklir bukan hanya soal teknologi, tapi soal kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya bisa dibangun melalui keterbukaan, standar keselamatan tertinggi, serta partisipasi publik yang nyata,” pungkasnya.

Melalui diskusi ini, Arya berharap masyarakat Bangka Belitung dan publik nasional memperoleh pemahaman yang lebih utuh, rasional, dan berbasis data mengenai rencana PLTN.

Baginya, keberhasilan PLTN bukan semata berdiri dan beroperasinya fasilitas nuklir, melainkan sejauh mana energi ini benar-benar diterima, dipahami, dan memberi manfaat bagi masa depan bangsa. (KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *