Proyek Revitalisasi Situ Konservasi Bhay Park Polda Babel Ditegaskan Sesuai Fakta, Ini Penjelasan Lengkap Pelaksana
PJSBABEL.COM (Pangkalpinang) – Pihak pelaksana Proyek Revitalisasi Situ Konservasi di Taman Bhay Park Polda Kepulauan Bangka Belitung angkat bicara menanggapi sejumlah pemberitaan miring di beberapa media online yang dinilai tidak sesuai fakta di lapangan. Sabtu (7/2/2026)
Melalui klarifikasi resmi, pihak pelaksana menegaskan bahwa pekerjaan dengan nilai kontrak Rp 28.195.200.000 tersebut telah dan sedang dilaksanakan sesuai kontrak, dengan berbagai dinamika teknis dan administratif yang perlu dipahami secara utuh.
Proyek ini merupakan pekerjaan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung, dengan PT Graha Anugerah Lestari sebagai penyedia jasa dan PT Triexnas sebagai konsultan pengawasan. Keduanya ditetapkan sebagai pemenang tender pada Februari 2025.
Secara lazim, pekerjaan ini seharusnya dimulai sejak Maret hingga Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 10 bulan. Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran, anggaran proyek sempat terblokir dan baru kembali dibuka pada Agustus 2025.
Kontrak kerja pun baru ditandatangani pada 15 Agustus 2025, sehingga waktu pelaksanaan tersisa hanya empat bulan, yakni September hingga Desember 2025.
“Waktu pelaksanaan yang sangat singkat tentu menjadi tantangan besar. Namun demi kontribusi untuk pembangunan Kota Pangkalpinang, kami tetap berkomitmen melaksanakan pekerjaan ini dengan maksimal,” ujar pihak pelaksana.
Sejak awal September hingga Oktober 2025, pekerjaan dikebut dengan metode lembur siang dan malam. Meski dalam kontrak hanya tercantum penggunaan satu alat berat, pelaksana menyiasatinya dengan mengerahkan empat alat berat secara intensif demi mengejar target.
Adapun pekerjaan utama yang telah dilaksanakan meliputi:
* pembangunan inlet dan checkdam,
* pekerjaan tanggul dan saluran outlet dengan pemancangan CCSP (sheetpile beton) di sekeliling kolong,
* pembangunan pintu pengatur air,
* pembangunan dermaga dan jembatan, termasuk kubus apung dan air mancur,
* serta pekerjaan landscape, seperti mini soccer, taman, area amphitheater, gazebo, dan toilet.
Salah satu pekerjaan krusial yang menyita waktu adalah pengadaan CCSP, yang membutuhkan proses pabrikasi di luar Bangka Belitung selama sekitar satu bulan, belum termasuk waktu pengiriman ke Pangkalpinang.
Meski demikian, pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu.
Selain itu, terdapat perubahan desain gazebo dari konsep konvensional menjadi desain bernuansa kekinian demi mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi.
Gazebo tersebut juga harus didatangkan dari luar daerah, namun kembali berhasil diselesaikan sesuai jadwal.
Di lapangan, pelaksana juga menghadapi sejumlah kendala teknis, mulai dari curah hujan tinggi pada November–Desember 2025, penghentian pekerjaan sementara saat ada kegiatan Polda di Gedung Tribrata, hingga perubahan metode pemancangan.
“Titik pancang harus dimajukan satu meter dari rencana awal untuk menghindari dampak getaran terhadap Gedung Tribrata, Binmas, dan masjid. Perubahan ini membuat metode kerja ikut berubah dari perencanaan awal,” jelasnya.
Puncaknya, pada awal tahun 2026, Polda Bangka Belitung telah melakukan peresmian parsial Taman Bhay Park, yang kini telah dimanfaatkan masyarakat dan berkembang menjadi salah satu destinasi rekreasi baru di Pangkalpinang.
Pelaksana tidak menampik bahwa masih terdapat beberapa pekerjaan non-utama yang belum rampung saat peresmian, khususnya pada sektor landscape.
Namun hal itu telah diakomodir dalam mekanisme kontrak melalui pemberian kesempatan selama 50 hari kalender, termasuk masa pemeliharaan.
“Terkait denda keterlambatan, kami siap memenuhi seluruh kewajiban sesuai SOP kontrak dan peraturan yang berlaku. Itu adalah konsekuensi profesional yang kami terima,” tegasnya.
Pihak pelaksana memastikan bahwa seluruh pekerjaan kini telah diselesaikan secara tuntas, sembari berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik dan menghentikan informasi yang dinilai tidak utuh. (*)












Leave a Reply