PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Seleksi Host Podcast “Rumah Kite” TVRI Babel Dipertanyakan, Peserta Mengaku Tak Dapat Kepastian

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Proses perekrutan host program Podcast “Rumah Kite” yang digelar TVRI Bangka Belitung menuai sorotan publik.Sejumlah peserta yang mengaku telah mengikuti seluruh tahapan seleksi mempertanyakan transparansi dan kejelasan hasil rekrutmen tersebut. Selasa (2/3/2026)

Program Podcast “Rumah Kite” sendiri mulai diperkenalkan melalui kanal YouTube resmi TVRI Babel pada akhir Februari 2026. Kehadiran program baru ini sempat disambut antusias masyarakat, terlebih karena sebelumnya pihak TVRI Babel membuka kesempatan secara terbuka bagi masyarakat umum untuk bergabung sebagai host.

 

Caption : flyer rekruitmen host program podcast Rumah Kite TV Babel dipublikasikan melalui Instagram TVRI Bangka Belitung.

Dalam flyer resmi yang beredar, disebutkan bahwa kesempatan tersebut terbuka untuk umum dengan sejumlah persyaratan dan tahapan seleksi. Mulai dari pendaftaran melalui tautan daring, pengiriman video perkenalan, hingga tahapan wawancara langsung (interview). Sejumlah warga dari berbagai daerah di Bangka Belitung tercatat mendaftar, tidak hanya dari Pangkalpinang, tetapi juga dari Tempilang dan Sungailiat.

Salah satu peserta, BI (36), warga Kacang Pedang, Pangkalpinang, mengaku mengikuti seluruh proses yang ditentukan. Ia menerima undangan wawancara melalui pesan WhatsApp resmi TVRI Babel. Dalam undangan tersebut, peserta diminta hadir 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan, yakni pada 4 Februari 2026 pukul 09.00 WIB.

“Semua tahapan kami ikuti. Dari daftar online, kirim video, sampai datang interview langsung. Kami datang tepat waktu sesuai undangan resmi,” ungkap BI kepada wartawan.

Caption : panggilan undangan buat peserta seleksi calon host podcast Rumah Kite TV Babel

Menurutnya, suasana seleksi berlangsung formal dan profesional. Bahkan, proses wawancara tersebut juga sempat terdokumentasi dalam unggahan media sosial TVRI Babel sebagai bagian dari laporan kegiatan seleksi.

Namun, hingga 26 Februari 2026, para peserta mengaku belum menerima pemberitahuan resmi mengenai hasil seleksi. Tidak ada pengumuman kelulusan maupun pemberitahuan tidak lolos yang disampaikan secara langsung kepada peserta.

Di sisi lain, publik dikejutkan dengan unggahan story proses shooting Podcast “Rumah Kite” yang memperlihatkan sosok host yang tidak pernah terlihat dalam tahapan seleksi maupun sesi wawancara sebelumnya.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di kalangan peserta dan masyarakat. Jika memang telah dilaksanakan seleksi terbuka dengan sejumlah tahapan administratif dan wawancara, mengapa hasilnya tidak diumumkan secara transparan? Siapakah sosok host yang kini tampil dalam program tersebut, dan melalui mekanisme apa ia dipilih?

BI mengaku kecewa dengan situasi tersebut. Ia menilai, apabila sejak awal pihak penyelenggara telah memiliki kandidat tertentu, semestinya tidak perlu membuka rekrutmen secara terbuka kepada masyarakat.

Caption : flyer rekruitmen host program podcast Rumah Kite TV Babel dipublikasikan melalui Instagram TVRI Bangka Belitung

 

“Kalau memang sudah ada orangnya, tidak perlu buka pengumuman terbuka. Kami daftar dengan harapan yang sama, mengikuti proses resmi. Jangan sampai publik menilai ada nuansa yang tidak sehat dalam prosesnya,” ujarnya.

Sebagai lembaga penyiaran publik milik negara, TVRI memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan. Dalam praktik penyiaran publik, setiap proses rekrutmen talent, termasuk host program, idealnya dilakukan secara objektif dan berdasarkan standar kompetensi yang jelas.

Apalagi, program tersebut diproduksi oleh lembaga penyiaran publik yang menggunakan anggaran negara, sehingga prinsip good governance menjadi hal yang tak bisa ditawar. Proses seleksi terbuka seharusnya bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari komitmen menghadirkan ruang partisipasi publik yang adil.

Sejumlah pemerhati media di Pangkalpinang menilai, polemik ini bukan semata soal siapa yang terpilih menjadi host, melainkan soal kredibilitas proses. Ketika publik sudah dilibatkan melalui pengumuman terbuka, maka publik pula berhak mendapatkan kejelasan hasilnya.

Yang dipersoalkan bukan orangnya, tapi mekanismenya. Kalau memang ada perubahan skema atau kebijakan internal, seharusnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan prasangka,” ujar seorang praktisi media yang enggan disebutkan namanya.

Transparansi menjadi penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif seperti praktik kedekatan personal, orang dalam, atau bahkan dugaan nepotisme. Tanpa klarifikasi resmi, ruang spekulasi akan terus terbuka dan berpotensi mencederai reputasi lembaga.

Hingga berita ini diturunkan, jejaring media KBO Babel masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pimpinan TVRI Babel guna memperoleh penjelasan resmi terkait proses dan hasil seleksi host Podcast “Rumah Kite”. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk penerapan prinsip cover both side sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ruang hak jawab dan klarifikasi tetap menjadi bagian penting dalam pemberitaan, agar publik memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Jika terdapat mekanisme khusus, penunjukan internal, atau pertimbangan profesional tertentu dalam penetapan host, publik tentu berhak mengetahuinya secara terbuka.

Di tengah berkembangnya ekosistem digital dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam dunia penyiaran, lembaga publik seperti TVRI diharapkan mampu menjadi contoh praktik transparansi yang baik. Terlebih di daerah, di mana kepercayaan publik menjadi modal utama dalam membangun kedekatan dengan audiens.

Kini, yang ditunggu bukan sekadar tayangan perdana Podcast “Rumah Kite”, melainkan penjelasan resmi yang mampu menjawab kegelisahan para peserta seleksi dan masyarakat luas. Karena dalam dunia penyiaran publik, kepercayaan adalah segalanya. Tanpa kejelasan, setiap proses yang awalnya dibuka dengan semangat partisipasi bisa berubah menjadi polemik yang mencederai harapan. (M.Zen/KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *