PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Sosok Herman Fu yang Diduga Menjadi Dalang Dari hancurnya Hutan Lindung Wilayah Bangka Tengah

Lubuk, Bangka Tengah Pjsbabel.com – Tim Satgas Halilintar Penegakan Hukum (PKH) berhasil mengamankan enam belas unit alat berat dan satu unit buldoser di sebuah lokasi pertambangan ilegal di Lubuk Lingkuk, Bangka Tengah, pada hari Kamis, 6 November 2025. 

Operasi ini dilakukan menggunakan helikopter, menunjukkan keseriusan aparat dalam menindak aktivitas pertambangan ilegal yang meresahkan masyarakat.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, alat-alat berat tersebut diduga milik AT terkait dengan seorang koordinator berinisial Herman Fu, yang berasal dari Sungailiat, Bangka. Herman Fu. diduga mendapatkan keuntungan dari hasil pertambangan ilegal ini hingga ratusan juta rupiah per bulan.

 “Alat-alat berat itu diurus oleh Herman Fu, milik Bos AT yang Diamankan di lokasi Hutan Lindung di tambang milik Igus di Lubuk Lingkuk,” ungkap sumber tersebut kepada media.

Dok : Penertiban yang dilakukan oleh Satgasus PKH menggunakan helikopter di lokasi Hutan lindung milik Herman Fu.

Dari Sumber internal mengatakan bahwa Herman Fu Sempat datang ke kantor Satgas PKH yang berlokasi di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), sesaat setelah operasi besar-besaran Satgas PKH yang berhasil mengamankan 14 alat berat jenis ekskavator di wilayah tersebut.

Kehadirannya itu menimbulkan tanda tanya besar: apakah kedatangannya merupakan panggilan resmi, bentuk koordinasi, atau upaya memberikan penjelasan pribadi?

Datang Setelah Operasi, Waktu yang “Kebetulan”.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Herman Fu terlihat mendatangi kantor Satgas PKH selang beberapa hari setelah operasi lapangan dilakukan.

Operasi itu sendiri menjadi perhatian publik karena berhasil membongkar aktivitas tambang ilegal di hutan lindung, dan menahan sejumlah alat berat yang diduga milik pihak swasta.

Dari Klarifikasi Herman Fu di beberapa media online belaian hanya Datang “Bukan Dipanggil, Hanya untuk Berkoordinasi”.

Dalam berbagai pemberitaan media lokal, Herman Fu menegaskan dirinya tidak dipanggil Kejati, namun datang secara pribadi untuk berkoordinasi dan memberikan penjelasan kepada tim Satgas PKH.

“Saya tidak pernah dipanggil Kejati. Saya datang ke kantor Satgas PKH, bukan untuk diperiksa, tapi untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan agar tidak ada kesalahpahaman,”

Menurut Tim Satgasus Herman Fu Cukong Tambang Yang Kuat Sumber Internal Tim Sagasus PHK.

Nama Herman Fu paling mencuat di antara sederet nama lain saat pengamanan tambang ilegal dalam kawasan hutan, Sarang Ikan dan Nadi, Lubuk, Bangka Tengah, oleh satgas PKH bentukan Presiden RI Prabowo Subianto. Peran Herman Fu dalam pertambangan ilegal yang berpotensi merugikan negara mencapai Rp 12,9 triliun dikaitkan atas kepemilikan 14 alat berat excavator dan buldoser yang dioperasikan untuk perambahan seluas 315,48 hektar.

Dok : Pres Rilis dan Foto bersama Tim Satgasus bersama Forkopimda di lokasi Hutan lindung Sarang ikan Bangka tengah.

Perambahan terjadi dalam 2 lokasi kawasan hutan lindung dan produksi. Adapun rincian kawasan hutan Sarang Ikan seluas 262,85 hektar sedangkan desa Nadi 52,63 hektar. Lantas siapa Herman Fu yang disebut juga memiliki kaitan keluarga dengan sederet nama cukong lain yakni: Sofyan Fu, Igus dan Frengky.

Sumber di internal tim Satgas mengakui kalau Herman Fu salah satu cukong tambang yang kuat. Selama ini sangat susah tersentuh hukum karena miliki patron (pelindung) yang kuat di institusi penegakan hukum. Institusi patron tersebut bukan lagi kaliber lokal, melainkan di tingkat pusat, Mabes Jakarta. “Kalau selama ini Herman Fu susah tersentuh, namun kali ini alhamdulillah berhasil kita sentuh,” ungkap seorang sumber satgas PKH yang di kutip dari babelpos.id

Sementara dari rekam jejak digital, terdapat informasi keakraban Herman Fu dengan pihak TNI. Ada juga nama pantai Herman Fu di wilayah Lintas Timur.

Ini terbukti dari dokumentasi Keakrabannya dengan pihak TNI terlihat dari penyambutan Herman Fu dalam kunjungan kerja Pangdam II Sriwijaya ke Bangka Belitung pada bulan Juli 2025 lalu. Nampak saat itu Herman Fu dalam penyambutan dengan hangat dan akrab cipika-cipiki serta salam komando.

Desakan agar Kejati Bangka Belitung Agar cepat bertindak Agar Hukum tidak Tumpul di atas dan tajam dibawah.

Berdasarkan temuan Dari Tim Satgas PKH Kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan seluas 262,85 hektar sedangkan desa Nadi 52,63 hektar oleh Herman Fu merupakan pembukaan atas aktivitas pertambangan ilegal.

Temuan terkait dugaan kejahatan kehutanan yang Sangat serius yang telah diungkap oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Bangka tengah Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian masyarakat luas khususnya masyarakat Bangka Belitung.

Oleh sebab itu, Masyarakat Bangka Belitung mendesak agar Kejaksaan Agung RI segera bertindak guna melakukan investigasi serta penindakan sebagaimana yang di lakukan oleh Satgas PKH di Bangka Belitung kabupaten Bangka tengah.

“Kami harap agar penindakan oleh Satgas PKH bentukan bapak Presiden Prabowo Subianto bisa adil dalam melakukan penindakan. Jangan ada upaya diskriminatif”. Ungkap masyarakat sekitar.

Satgas Halilintar PKH menegaskan komitmennya untuk terus memberantas aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara. Masyarakat diimbau untuk turut serta memberikan informasi terkait aktivitas ilegal serupa agar dapat segera ditindaklanjuti. (Red/Pjsbabel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *