PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Tambang Ilegal di Bibir Jalan, Infrastruktur Desa Gunung Muda di Ujung Tanduk

http://PJSBABEL.COM (BELINYU, BANGKA) – Aktivitas tambang timah ilegal jenis “user-user” di kawasan Kampung Kusam Dalam, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, kian mengkhawatirkan. Tak sekadar merusak bentang alam, praktik tanpa izin ini kini mengancam akses utama transportasi warga. Senin (2/3/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan galian tambang beroperasi tepat di bibir jalan aspal desa. Abrasi tanah di sisi badan jalan membuat sebagian konstruksi aspal menggantung dan rawan amblas. Jika tak segera ditangani, jalur vital tersebut berpotensi terputus dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Caption : Aktivitas tambang timah ilegal jenis “user-user” di kawasan Kampung Kusam Dalam, Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu.

Ketua RT Desa Gunung Muda tak menyembunyikan kekesalannya. Menurutnya, keresahan warga sudah berlangsung lama. Jalan itu merupakan satu-satunya akses utama keluar-masuk permukiman.

“Masyarakat sudah lama risih dan resah. Itu jalan utama kami. Kalau putus, siapa yang tanggung jawab? Mereka ambil untung, kami yang dapat buntung,” ujarnya dengan nada geram.

Ia menilai keberanian para penambang sudah melampaui batas karena tetap beroperasi tanpa mempertimbangkan keselamatan fasilitas publik.

Di tengah situasi tersebut, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang membekingi aktivitas tambang sehingga para pekerja merasa aman beroperasi. Informasi yang beredar di masyarakat menyebut adanya oknum aparat berinisial W yang dikaitkan dengan aktivitas di lapangan. Selain itu, dua nama lain, Afuy dan Kancil, disebut-sebut berperan sebagai koordinator lapangan yang mengatur teknis pekerjaan sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

Caption : galian tambang beroperasi tepat di bibir jalan aspal desa.

Namun dugaan tersebut dibantah tegas oleh Komandan Koramil 413/02 Belinyu, Kapten Inf Ahmad Hassan. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2026), ia memastikan tidak ada anggota Koramil Belinyu yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di Dusun Kusam.

“Nggak ada itu! Sudah kami cek, nggak ada anggota Koramil yang terlibat. Nggak benar berita itu!” tegasnya.

Isu keterlibatan oknum aparat sebelumnya sempat beredar di media siber dan media sosial. Namun hingga kini belum ada bukti resmi yang menguatkan tudingan tersebut.

Sementara itu, seorang penambang berinisial Cap yang ditemui di lokasi juga membantah adanya dukungan aparat. Ia menyebut aktivitas tersebut murni dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Nggak ada lah. Kami kerja ini cari makan. Hasil nggak seberapa. Mana ada aparat yang back up di sini,” katanya.

Terlepas dari bantahan tersebut, fakta kerusakan infrastruktur tetap menjadi persoalan nyata. Warga menilai, siapa pun aktor di balik operasional tambang, keselamatan fasilitas umum harus menjadi prioritas. Mereka mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polda Bangka Belitung dan Polres Bangka, segera turun ke lokasi untuk melakukan penertiban serta menyelidiki dugaan pelanggaran hukum.

“Kami butuh tindakan tegas, bukan sekadar himbauan. Jangan tunggu jalan ini benar-benar putus baru ada pergerakan,” ujar salah seorang warga.

Jika kondisi dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan konkret, kekhawatiran warga bukan hanya soal rusaknya jalan, tetapi juga potensi konflik sosial. Ketika akses vital terancam dan penegakan hukum dinilai berjalan di tempat, masyarakat bisa saja terdorong mengambil langkah sendiri demi menyelamatkan ruang hidup mereka.

Kini, publik menanti ketegasan aparat: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau jalan desa akan menjadi korban berikutnya dari tambang ilegal yang terus menggerus tepian aspal dan kesabaran warga. (KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *