Direktur RSUD Depati Hamzah Disorot Usai Skandal Ruangan Terkunci, Kadinkes Siapkan Langkah Tegas
PJSBABEL.COM | Pangkalpinang — Dugaan skandal ruangan terkunci yang melibatkan oknum Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang terus menjadi sorotan publik. Insiden yang terjadi pada Kamis sore (22/1/2026) itu tidak hanya memicu keributan terbuka di lingkungan rumah sakit, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius terkait etika pejabat publik dan pengawasan internal layanan kesehatan daerah.
Menanggapi pemberitaan yang berkembang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Thamrin akhirnya memberikan penjelasan resmi kepada redaksi jejaring media KBO Babel, Jumat (23/1/2026).
Dalam keterangannya, dr Thamrin mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden tersebut hingga Jumat sore.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia ketahui sejauh ini, Direktur RSUD Depati Hamzah tengah dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan.
“Saya pribadi belum menerima informasi atau laporan apa-apa sampai sore ini. Yang saya ketahui, Direktur RSUD Depati Hamzah sedang sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit kemarin pagi,” ujar dr Thamrin.

Caption: Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah
Meski demikian, dr Thamrin menegaskan tidak akan tinggal diam. Ia memastikan akan segera menggali informasi secara menyeluruh dan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, guna memperoleh klarifikasi langsung terkait dugaan kegaduhan yang terjadi di lingkungan RSUD.
“Saya akan menggali informasi segera dan melakukan pemanggilan pihak-pihak yang bersangkutan serta meminta klarifikasi apabila benar ada kegaduhan yang terjadi di lingkup rumah sakit,” tegasnya.
Lebih jauh, dr Thamrin menyatakan bahwa apabila dari hasil penelusuran ditemukan adanya peristiwa yang berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan, kenyamanan pasien, atau melanggar etika, maka persoalan tersebut akan dilaporkan kepada Wali Kota Pangkalpinang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Caption: dr Thamrin Kepala Dinas Kesehatan Pangkalpinang
“Bila benar ada kejadian yang berpotensi mengganggu pelayanan dan kenyamanan pasien atau pelanggaran etika, maka saya akan melaporkan kepada Bapak Wali Kota dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang diguncang dugaan insiden yang melibatkan oknum dokter berinisial DL, yang diketahui menjabat sebagai Direktur RSUD, bersama seorang pria berinisial S yang disebut-sebut sebagai oknum kontraktor.
Peristiwa tersebut mencuat setelah ruang rawat inap dilaporkan terkunci dari dalam, hingga akhirnya dibuka menggunakan kunci duplikat dan berujung pada keributan terbuka.
Keributan dilaporkan tidak hanya terjadi di dalam ruang perawatan, tetapi berlanjut hingga ke area parkiran rumah sakit dan disaksikan tenaga kesehatan, pasien, serta pengunjung.
Peristiwa itu pun cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas di internal RSUD maupun di tengah masyarakat.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari oknum Direktur RSUD dr DL, pria berinisial S, maupun pihak keluarga yang terlibat.
Sementara Wali Kota Pangkalpinang sebelumnya mengaku belum menerima informasi terkait insiden tersebut.
Publik menilai, klarifikasi dari Dinas Kesehatan menjadi langkah awal yang penting. Namun masyarakat juga menunggu tindakan nyata dan transparan, mengingat RSUD merupakan fasilitas publik yang seharusnya steril dari konflik personal dan menjunjung tinggi profesionalisme serta etika pelayanan.
Redaksi jejaring media KBO Babel akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang sesuai prinsip kode etik jurnalistik. (KBO Babel)












Leave a Reply