PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Mahasiswa Bangka Belitung Angkat Bicara Soal PLTN, Dorong Dialog Terbuka dan Partisipatif

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Mahasiswa Bangka Belitung Tegaskan Pentingnya Transparansi dan Kajian Mendalam Rencana PLTN

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Dalam forum bertajuk “Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung: Diskusi Data dan Fakta” yang digelar Sabtu, 7 Februari 2026, Mahasiswa Bangka Belitung tampil menyuarakan pandangan kritis mereka.

Forum tersebut menjadi ruang awal pertukaran gagasan antara akademisi, praktisi energi, dan generasi muda. Bagi mahasiswa, diskusi ini bukan sekadar mendengar paparan, melainkan momentum untuk menguji narasi, menimbang risiko, serta memahami peluang yang ditawarkan proyek strategis tersebut.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Caption : Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan fakta, Sabtu (7/2/2026)

Ratu Amelia dari BEM Politeknik Manufaktur Negeri (POLMAN) Babel mengaku diskusi tersebut membuka perspektif baru baginya. Ia menilai, pemaparan narasumber membantu peserta melihat dua sisi mata uang dari rencana pembangunan PLTN.

Kesan saya setelah mengikuti diskusi publik ini tentu mendapatkan pembelajaran baru tentang baik dan buruknya perkembangan PLTN nanti di Babel. Diskusi ini cukup mengesankan karena bisa bertemu orang-orang pintar dan anak muda yang sudah menjadi manajer di perusahaan tersebut,” ujarnya.

Namun, Ratu menegaskan bahwa pembangunan PLTN tidak bisa dilihat secara sederhana. Menurutnya, proyek sebesar ini akan berdampak langsung pada masyarakat, sehingga keputusan akhir tidak boleh hanya bertumpu pada pertimbangan teknokratis.

Kalau pandangan dari saya, tentu ada pro dan kontra. Itu kembali lagi pada keputusan bersama masyarakat Bangka Belitung untuk menerima atau tidak pembangunan PLTN ini,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperluas ruang dialog. Waktu diskusi yang terbatas, menurutnya, belum cukup untuk mengurai seluruh pertanyaan dan kekhawatiran publik.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Caption : Suasana diskusi publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center, Sabtu (7/2/2026)

Ia mendorong agar forum lanjutan digelar dengan format lebih terbuka, termasuk menghadirkan sesi debat antara pihak yang pro dan kontra.

Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat diperlukan lagi. Masih ada yang merasa kurang puas karena waktu yang singkat. Sebelum masyarakat menerima pembangunan PLTN, harus dipastikan apa saja dampak baik dan buruknya agar tidak menimbulkan isu liar. Mungkin ke depan bisa dibuka sesi debat supaya jelas alasan menerima dan menolak,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Arvian dari BEM STIE IBEK Pangkalpinang. Ia menilai diskusi publik tersebut berjalan informatif dan memberikan pemahaman lebih komprehensif mengenai arah kebijakan energi di daerah.

Kesan saya setelah mengikuti diskusi ini sangat baik dan informatif,” ujarnya.

Arvian melihat adanya potensi strategis dari pembangunan PLTN, terutama dalam konteks ketahanan energi dan kebutuhan listrik jangka panjang.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Caption ; Mahasiswa Bangka Belitung peserta Diskusi Publik saat pose bersama Dr Agus Puji Prasetyono (Narasumber) & Hendarti Tri SE MM (Notulen), Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center, Sabtu (7/2/2026l

Namun, ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus diimbangi dengan kajian ilmiah yang matang serta transparansi informasi kepada masyarakat.

Saya menjadi lebih paham dan kritis terhadap rencana PLTN di Bangka Belitung. Ada potensi dan manfaat, tetapi tetap perlu kajian yang matang dan transparan,” katanya.

Bagi Mahasiswa Bangka Belitung, keterlibatan generasi muda dalam isu strategis seperti ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual.

Mereka menilai, kebijakan publik yang berdampak luas harus dibangun melalui proses partisipatif, bukan sekadar sosialisasi satu arah.

Diskusi tentang PLTN di Bangka Belitung diperkirakan masih akan terus bergulir.

PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak lagi sebatas isu teknis energi. Ia telah berkembang menjadi diskursus publik yang menyentuh aspek lingkungan, sosial, ekonomi, hingga masa depan pembangunan daerah. Kamis (12/2/2026)

Caption : Suasana Diskusi Publik bertajuk Memahami Rencana PLTN di Bangka Belitung Diskusi Data dan Fakta, Aston Emidary Bangka Hotel dan Conference Center Pangkalpinang, Sabtu (7/2/2026)

Isu ini menyentuh kepentingan jangka panjang daerah, mulai dari keberlanjutan lingkungan, kesiapan sumber daya manusia, hingga dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal.

Suara mahasiswa yang mengemuka dalam forum tersebut mencerminkan satu pesan kuat: pembangunan energi masa depan harus dibangun di atas fondasi data, kajian komprehensif, serta kepercayaan publik.

Bagi generasi muda Bangka Belitung, energi bukan hanya soal daya listrik, tetapi tentang arah dan kualitas pembangunan daerah ke depan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *