http://PJSBABEL.COM (Rupat) – Komitmen Herry Heryawan dalam menjaga kelestarian lingkungan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Elang Tiga Hambalang atas kegiatan penanaman pohon geronggang di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam kunjungan kerja Kapolda Riau ke Pulau Rupat, yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017. Secara geografis, wilayah ini berbatasan langsung dengan Selat Malaka yang menjadi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

Penanaman dilakukan di Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat Utara, Jumat (27/3/2026), dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Muspida Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa penanaman pohon geronggang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata menjaga ekosistem, khususnya di lahan gambut.
“Ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pohon geronggang sendiri merupakan tanaman endemik hutan gambut yang memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan tanah serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang kerap melanda wilayah Riau.
Apresiasi terhadap kegiatan ini disampaikan oleh perwakilan DPN Elang Tiga Hambalang melalui Kepala Departemen Pertanian dan Agrobisnis yang akrab disapa Hen. Ia menilai langkah Kapolda Riau mampu menjadi contoh sekaligus memotivasi masyarakat untuk ikut berperan dalam rehabilitasi hutan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata ini. Penanaman geronggang dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama memulihkan kawasan hutan yang telah gundul,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, selain berfungsi ekologis, pohon geronggang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini mampu menyimpan air dalam jumlah besar melalui sistem perakarannya, sehingga menjaga lahan gambut tetap lembap dan mengurangi risiko karhutla.
Lebih lanjut, pihaknya tengah mengembangkan program agroforestry bekerja sama dengan Koperasi Konsumen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan. Program ini mengombinasikan penanaman pohon geronggang dengan tanaman lain seperti aren dan kelapa, serta tanaman pakan ternak dalam satu kawasan terpadu.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Selain potensi dari sektor kehutanan, masyarakat juga dapat memperoleh penghasilan dari peternakan maupun pemanfaatan tanaman energi alternatif.
“Kami ingin membangun harmonisasi antara manusia dan alam, sehingga pelestarian hutan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga kawasan pesisir dan pulau terluar, sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan di Provinsi Riau.(PJS BABEL)












Leave a Reply