PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

Anak Dan Keluarga Korban Dugaan Rekayasa Hukum Satresnarkoba Teriak Keadilan

http://PJSBABEL.COM (Pekanbaru) Anak, keluarga, dan kuasa korban dugaan rekayasa hukum dan dugaan penyiksaan untuk pemaksaan pengakuan kepemilikan narkoba yang sebelumnya viral berinisial Joh & Dw & kembali teriakin hak keadilan kepada negara/pejabat negara.

Melalui salah satu kuasa non litigasi (Rudy) menyampaikan suara korban dan keluarga tersebut kepada beberapa awak media yang mengkonfirmasi kelanjutan penanganan bencana keadilan yang telah viral dan berlarut tersebut melalui chat WhatsApp miliknya pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menyampaikan bahwa ini sangat tepat masalah Joh & Dw ini dikatakan bencana keadilan yang terjadi di Indonesia, Sumatera dan Riau khususnya.”Dimana dugaan rekayasa, penyiksaan, penangkapan, yang kita duga kuat adalah bentuk skenario dan rekayasa oknum Satresnarkoba Polresta Pekanbaru telah kita simak dari beberapa informasi publik yang masih hangat di tengah masyarakat.“terangnya”

“Keluarga dan terlebih kehidupan anak anak Joh dan Dw kini semakin kehilangan harapan keadilan, dimana nafkah mereka semakin tidak jelas, bahkan sekolah mereka terancam putus akibat orang tua yang menafkahi masih menunggu kepastian keadilan di negeri yang mereka cintai “sambungnya”.

Ia menambahkan bahwa selain pemohonan kepada Kejaksaan, Kapolresta Pekanbaru, Wasidik tidak digubris justru Joh dan Dw yang ditangkap dan ditahan tanggal 9 Maret 2026 masih di sekap dalam jeruji Satresnarkoba Polresta Pekanbaru. Padahal penahanan sampai per hari ini telah melebihi seratus hari. Sehingga keluarga dan anak kembali teriakin mesikipun hanya sisa dari suara tangis mereka setiap hari.

Saya salah satu dari kuasa keluarga dan bersama suara masyarakat yang butuh keadilan tidak pernah berhenti, apalagi istirahat di tempat untuk menyampaikan perjuangan hak dan keadilan bagi mereka. Termasuk saya bersama lembaga yang memiliki peran pemberdayaan, pembelaan dan salah satu dari bagian yang turut mengawal dan mengawasi tegaknya supremasi hukum segera bersurat resmi kepada pimpinan negeri ini “sambungnya geram”

Sebelumnya seluruh upaya telah kita lakukan, terutama komunikasi, saran dan cara cara yang baik dan mitrais. Sehingga dalam hal tesebut justru tidak dimaknai posisitif, akan tetapi justru pihak yang berwenang diduga seakan memanfaatkannya untuk pembenaran tindakan yang dilakukan untuk mengemas keadilan yang yang sebenarnya.

Keluarga, anak dan kita yakin bahwa manusia yang di ciptakan di bumi ini memiliki hak cinta dan kasih sayang yang sama di muka sang Halid, kami mohon doa, dan Joh dan Dw mohon keadilan “tutupnya takbir“. (KBO BABEL)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *