http://PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Wilayah Kepulauan Bangka Belitung mengumpulkan puluhan mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dalam seminar nasional transformasi ideologi di Hotel Grand Safran, Kota Pangkalpinang, Selasa (27/10/2026).
Seminar bertajuk “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan terhadap mantan anggota JI untuk memperkuat pemahaman tentang toleransi, moderasi, dan kehidupan bermasyarakat.

Caption : Seminar bertajuk “Transformasi Ideologi: Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” di Hotel Grand Safran, Kota Pangkalpinang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan mantan Amir Jamaah Islamiyah, Para Wijayanto, sebagai salah satu narasumber. Ia diketahui pernah memimpin JI selama sekitar 11 tahun, sejak 2008, sebelum ditangkap pada 2019.
Kasatgaswil Babel Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Syamsubair, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan dan transformasi ideologi bagi mantan anggota JI di Bangka Belitung.
“Ini salah satu bentuk kegiatan dalam grand strategy terhadap Jamaah Islamiyah. Hari ini adalah kegiatan transformasi ideologi,” kata Syamsubair.
Menurut Syamsubair, para mantan anggota JI dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi dan menghindari sikap intoleran.
“Seluruh eks Jamaah Islamiyah di Bangka Belitung itu kita kumpulkan untuk mendapatkan pengarahan dari eks Amir JI,” tuturnya.
Ia menjelaskan, JI merupakan organisasi yang pernah dikategorikan sebagai kelompok teroris di Indonesia dan dikaitkan dengan sejumlah aksi terorisme di kawasan Asia Tenggara. Organisasi tersebut juga memiliki rekam jejak keterkaitan dengan serangkaian serangan teror, termasuk Bom Bali 2002.
Pada 2024, Jamaah Islamiyah menyatakan pembubaran organisasi. Para anggotanya juga menyampaikan komitmen untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Syamsubair menambahkan, kehadiran Para Wijayanto diharapkan dapat memberikan perspektif dan pengalaman kepada peserta mengenai proses transformasi ideologi. Selain itu, narasumber juga diharapkan membantu menggali berbagai persoalan yang masih dihadapi mantan anggota JI di Bangka Belitung.
“Narasumber kita akan memberikan pemahaman dan mencoba menggali apa problem yang dialami oleh eks Jamaah Islamiyah di Bangka Belitung,” ujarnya.
Menurutnya, pemetaan persoalan tersebut penting agar program pembinaan dan deradikalisasi dapat berjalan sesuai kebutuhan peserta. Dengan demikian, solusi yang diberikan diharapkan dapat mendukung proses perubahan sikap sekaligus reintegrasi sosial.
“Sehingga tentunya ada solusi dari problem mereka,” katanya.
Melalui seminar ini, Densus 88 berharap para mantan anggota JI semakin memahami pentingnya menghargai perbedaan, menjaga hubungan sosial, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Pembinaan berkelanjutan juga diharapkan memperkuat komitmen kebangsaan dan mendorong para peserta berkontribusi positif di tengah masyarakat.(PJS BABEL)













Leave a Reply