http://PJSBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi asupan bergizi bagi anak sekolah justru memicu tanda tanya. Enam siswa MI Al Arifin, Kecamatan Pangkalanbaru, harus dilarikan ke Puskesmas Girimaya, Kota Pangkalpinang, setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG, Jumat (18/9/2026).
Bukan sekadar mengeluh mual. Para siswa dilaporkan mengalami pusing hingga muntah-muntah, bahkan salah seorang di antaranya mengalami sesak napas dan harus mendapat bantuan pernapasan dari tim medis.

Saat awak media tiba di Puskesmas Girimaya sekitar pukul 12.30 WIB, tiga siswa masih menjalani perawatan. Tiga lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Menu yang sebelumnya disantap para siswa disebut terdiri dari nasi, susu, nugget, roti selada dan potongan semangka.
Rangkaian kejadian tersebut memunculkan dugaan adanya gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan MBG. Namun, apakah benar makanan tersebut menjadi penyebabnya, masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan penelusuran lebih lanjut.
Yang tak kalah menjadi sorotan adalah respons SPPG Bangka Tengah Pangkalanbaru.
Menurut keterangan tim medis, pihak SPPG telah dihubungi sekitar pukul 10.30 WIB mengenai kondisi para siswa. Namun hingga sekitar pukul 12.30 WIB, saat awak media berada di Puskesmas, pihak SPPG disebut belum datang melihat kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan.
Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan. Ketika penerima manfaat MBG mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang didistribusikan, seberapa cepat respons penyelenggara di lapangan?
Pertanyaan tersebut menjadi penting karena MBG bukan sekadar persoalan distribusi makanan. Ada rangkaian proses yang harus dipastikan berjalan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, kebersihan, penyimpanan, distribusi hingga pengawasan setelah makanan dikonsumsi.
Apalagi penerima program ini adalah anak-anak sekolah.
Karena itu, dugaan kejadian tersebut perlu segera ditelusuri secara objektif. Pemeriksaan terhadap kondisi para siswa, kronologi konsumsi, bahan makanan, proses pengolahan serta sampel menu yang dibagikan menjadi penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Apakah keluhan enam siswa tersebut berkaitan dengan menu MBG atau terdapat faktor lain?
Jawabannya harus berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta, bukan asumsi.
Yang jelas, enam siswa MI Al Arifin hari ini harus berhadapan dengan tenaga medis setelah menyantap makanan yang mereka terima dalam program MBG.
Program makan bergizi tentu harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan pangan dan respons cepat ketika muncul persoalan di lapangan. (Budi Yanto/KBO Babel)














Leave a Reply