PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

LUKMAN EDY BERHASIL ANTARKAN GUS KIKIN PIMPIN PBNU, KONSOLIDASI NASIONAL JADI KUNCI KEMENANGAN,

http://PJSBABEL.COM (JOMBANG) — Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia. KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin berhasil memperoleh dukungan kuat untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Di balik konsolidasi tersebut terdapat kerja panjang jaringan pemenangan yang dikoordinasikan Ir. H. Lukman Edy. Konsolidasi dilakukan secara nasional dengan melibatkan jaringan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), para kiai, pengasuh pesantren, serta berbagai unsur dan kader NU dari seluruh Indonesia.

Bagi tim pendukung Gus Kikin, capaian tersebut bukan semata kemenangan dalam kontestasi kepemimpinan. Momentum Muktamar ke-35 dipandang sebagai jalan untuk membawa NU memasuki awal abad keduanya dengan kembali memperkuat Qonun Asasi, khittah, tradisi pesantren, serta kepemimpinan ulama sebagai fondasi utama jam’iyah.

Konsolidasi Panjang dari Daerah hingga Muktamar

Kerja pemenangan Gus Kikin tidak dibangun dalam waktu singkat. Jauh sebelum Muktamar berlangsung, Lukman Edy bersama jaringan nasional melakukan komunikasi intensif dengan pengurus NU di berbagai daerah.

Pemetaan dukungan dilakukan hingga tingkat wilayah dan cabang. Koordinator wilayah dan wakil koordinator wilayah dibentuk untuk menjaga komunikasi dengan PWNU dan PCNU serta memastikan aspirasi daerah dapat terhubung dengan agenda besar yang diperjuangkan Gus Kikin.

Konsolidasi berlangsung dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara hingga kawasan Indonesia Timur.

Tim juga melakukan evaluasi dukungan secara berkala. Daerah yang telah menyatakan dukungan dijaga komunikasinya, sementara daerah yang belum menentukan sikap terus didekati melalui silaturahmi dan komunikasi organisasi.

Model kerja tersebut membuat dukungan terhadap Gus Kikin berkembang menjadi jaringan nasional.

Surabaya Menjadi Titik Konsolidasi Besar

Menjelang pelaksanaan Muktamar di Jombang, Surabaya menjadi salah satu pusat konsolidasi.

Ratusan peserta dan jaringan pendukung dari berbagai provinsi dikoordinasikan melalui sejumlah hotel. Sistem registrasi, verifikasi peserta, transportasi, konsumsi, akomodasi, komunikasi hingga pendampingan peserta dipersiapkan secara terstruktur.

Pertemuan-pertemuan konsolidasi juga digelar untuk menyamakan persepsi menghadapi agenda Muktamar.

Bukan hanya persoalan siapa yang akan dipilih, tim memberikan perhatian besar terhadap dinamika persidangan, tata tertib pemilihan, mekanisme pencalonan hingga berbagai keputusan strategis organisasi.

Dalam fase inilah peran Lukman Edy terlihat menonjol sebagai penghubung antara strategi nasional dengan kerja jaringan di daerah.

Ia secara intensif menggerakkan koordinator wilayah agar terus menjaga komunikasi dengan cabang masing-masing sampai proses Muktamar selesai.

Mengawal Suara Sampai Lantai Sidang

Strategi pemenangan tidak berhenti pada pengumpulan dukungan sebelum Muktamar.

Ketika persidangan dimulai, konsolidasi memasuki fase paling menentukan. Setiap perkembangan dalam sidang komisi maupun pleno dipantau karena perubahan mekanisme pemilihan dapat berpengaruh terhadap konstelasi pencalonan Ketua Umum PBNU.

Lukman Edy dan tim kemudian memberikan arahan kepada jaringan agar tetap solid serta mengikuti keputusan organisasi melalui mekanisme Muktamar.

Pengawalan suara menjadi penting karena dukungan politik organisasi yang telah dibangun selama berbulan-bulan harus diterjemahkan menjadi keputusan nyata di arena Muktamar.

Kedisiplinan jaringan inilah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utama Gus Kikin.

Figur Gus Kikin dan Pesantren Tebuireng

Kekuatan lain berada pada figur Gus Kikin sendiri.

KH Abdul Hakim Mahfudz merupakan salah seorang tokoh yang memiliki hubungan kuat dengan tradisi pesantren dan keluarga besar Tebuireng, Jombang. (Tanwin/KBO Babel)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *