Pangkal Pinang– Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Cafe Lucky 88 pada Rabu (11/03/2026) malam. Puluhan kreator konten TikTok yang berasal dari berbagai penjuru Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkumpul dalam agenda silaturahmi akbar guna memperkuat sinergi dan solidaritas antarpegiat media sosial.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah bagi para Tiktoker untuk saling bertukar ide, pengalaman, serta mempererat tali pertemanan yang selama ini lebih banyak terjalin di dunia maya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih positif dan konstruktif bagi ekosistem kreatif di Bangka Belitung ke depannya.
Godek, selaku Manajer Manajemen Cafe Lucky 88, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dipilihnya lokasi tersebut sebagai tempat berkumpulnya para kreator. Ia mengaku bangga bisa memfasilitasi kegiatan yang mempertemukan talenta-talenta lokal tersebut.
“Terima kasih kepada rekan-rekan semua yang telah memercayakan Lucky 88 sebagai tempat reuni dan silaturahmi malam ini. Secara pribadi, saya merasa bersyukur bisa melihat kawan-kawan semua berkumpul di sini,” ujar Godek.
Selain memberikan apresiasi, Godek juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama acara berlangsung.
Baginya, kenyamanan pengunjung adalah prioritas utama, dan ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.
“Selaku pengelola, saya memohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan maupun penyajian yang diberikan tim kami.
Jika ada kesalahan, secara pribadi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan semua,” tambahnya dengan rendah hati.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan para kreator konten dalam berkarya. “Semoga kalian semua selalu dalam lindungan Allah SWT di mana pun berada, amin ya Allah,” tutup Godek.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan di kalangan kreator konten Bangka Belitung tetap solid, sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan konten-konten yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.
Penulis: Yopi Herwindo














Leave a Reply