PJSBABEL.COM

PRO JURNALISMEDIA SIBER BANGKA BELITUNG

HARGA SAWIT ANJLOK, PETANI BABEL TERTEKAN BIAYA PUPUK DAN RACUN MAHAL

http://PJSBABEL.COM (Bangka Belitung) Turunnya harga buah sawit saat ini membuat para petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di wilayah Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Bangka Tengah, semakin resah dan tertekan secara ekonomi.

Di tengah harga tandan buah segar (TBS) yang terus melemah di tingkat petani, beban biaya produksi justru tidak mengalami penurunan. Harga pupuk yang mahal, harga racun rumput dan obat-obatan tanaman yang tinggi, serta meningkatnya biaya upah panen dan transportasi, membuat kondisi petani semakin sulit untuk bertahan.

Sejumlah petani mengaku bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan semakin memberatkan. Pendapatan dari hasil panen sawit tidak lagi mampu menutupi biaya perawatan kebun, apalagi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang juga terus meningkat.

Akibatnya, banyak petani mulai mengurangi pemakaian pupuk dan perawatan kebun secara maksimal karena keterbatasan modal. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kebun sawit dalam jangka panjang.

Para petani di Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Bangka Tengah berharap adanya langkah nyata dari pemerintah maupun pihak terkait untuk menstabilkan harga sawit di tingkat petani serta mengendalikan harga kebutuhan pertanian agar lebih terjangkau.

Mereka menegaskan bahwa sawit merupakan salah satu penopang utama ekonomi masyarakat desa. Jika kondisi harga terus tidak stabil tanpa solusi, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh ekonomi keluarga petani, termasuk pendidikan anak dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Pada hari Jumat, 22 Mei 2026, salah satu sopir pengangkut sawit di wilayah Bangka Barat dan Bangka Tengah diketahui mengambil foto kondisi di lapangan sebagai bentuk dokumentasi dan kemudian mengirimkannya melalui WhatsApp kepada Reporter Herwandi KBO Babel.

Di hari yang sama, salah satu warga Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba juga menyampaikan keluhan saat berbincang dengan Reporter Herwandi KBO Babel. Ia mengaku memiliki usaha toko pupuk dan racun, namun mengeluhkan mahalnya harga pupuk dan racun dari distributor yang berdampak pada tingginya harga jual kepada petani, sementara daya beli petani sedang menurun.

Dengan kondisi ini, para petani berharap ada perhatian serius dan kebijakan yang berpihak, agar sektor perkebunan sawit rakyat tetap bisa menjadi penopang ekonomi masyarakat di Bangka Belitung.  (Herwandi KBO Babel) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *