http://PJSBABEL.COM (ACEH) – Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama dalam industri pertambangan modern.Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemanfaatan kembali air asam tambang yang telah melalui proses pengolahan dan peningkatan kualitas sehingga dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional pertambangan batubara.
Penerapan prinsip ekonomi sirkular tersebut tidak hanya bertujuan menghemat penggunaan sumber air bersih atau air baku, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meminimalkan dampak lingkungan yang berpotensi ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.
Praktik ini diterapkan di wilayah tambang batubara PT Mifa Bersaudara (MIFA) di Meulaboh, Aceh Barat, serta PT Borneo Indobara (BIB) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Kedua perusahaan tambang batubara nasional tersebut memanfaatkan air asam tambang yang telah diolah sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sekaligus untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, PT Intracon Parama dipercaya untuk menangani pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan air asam tambang di kedua wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) tersebut.
Direktur Utama PT Intracon Parama, Dr. Ir. Ahmad Nahwani, ST, MT, IPU, yang akrab disapa Bang Iwan, mengatakan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh klien merupakan fondasi utama dalam menentukan keberhasilan, efisiensi, dan kelancaran pelaksanaan proyek konstruksi maupun proyek-proyek penunjang operasional pertambangan.
Menurutnya, hubungan kerja yang dibangun atas dasar kepercayaan akan menciptakan komunikasi yang lebih efektif, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta meminimalkan potensi terjadinya konflik yang dapat menghambat pelaksanaan proyek.
“Ketika klien mempercayai kontraktornya, risiko konflik hukum dapat ditekan, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, dan potensi pembengkakan biaya akibat kesalahan komunikasi dapat dihindari,” ujar Bang Iwan.
Ia menegaskan bahwa PT Intracon Parama selalu berkomitmen menjaga keseimbangan antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap proyek yang dikerjakan.

“Kami selalu memperhatikan aspek biaya, waktu, mutu, keselamatan kerja, dan lingkungan dalam berbagai proyek yang kami tangani,” tegasnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan tuntutan industri pertambangan saat ini yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Melalui pengolahan dan pemanfaatan kembali air asam tambang, perusahaan dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya air bersih sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia.
Langkah ini menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan apabila didukung oleh teknologi yang tepat, tata kelola yang baik, serta kolaborasi yang kuat antara pemegang IUP dan mitra kerja profesional.
Dengan pendekatan tersebut, sektor pertambangan diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. (KBO Babel)















Leave a Reply