http://PJSBABEL.COM (Aceh Timur) . Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi SIK turun langsung memimpin kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) yang dirangkai dengan tes urine bagi personel Polres Aceh Timur dan jajaran polsek 23/7/2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga kedisiplinan dan integritas anggota di tengah tuntutan publik terhadap kinerja kepolisian yang bersih dan profesional.

Kegiatan dimulai usai apel pagi di Lapangan Apel Sarja Arya Racana. Kapolres, didampingi Wakapolres Kompol H Abdul Muin SH MM, Kasi Propam Iptu Darliswan, dan sejumlah pejabat utama, memeriksa langsung kelengkapan administrasi personel mulai dari KTP, SIM, hingga kartu tanda anggota (KTA).
Pemeriksaan kali ini juga menyasar ponsel pribadi anggota.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini terhadap kemungkinan keterlibatan personel dalam praktik judi online maupun pinjaman online yang belakangan marak menjadi sorotan.
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Aula Bhara Daksa, tempat 50 personel yang dipilih secara acak menjalani tes urine.
Pemeriksaan ini menjadi instrumen pengawasan internal untuk memastikan seluruh anggota bersih dari penyalahgunaan narkotika.
AKBP Irwan menegaskan, penegakan disiplin bukan sekadar seremoni rutin, melainkan mekanisme pengawasan yang harus berjalan konsisten demi menjaga kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama Polri dalam menjalankan tugas. Kepercayaan itu tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun melalui sikap disiplin, integritas, dan keteladanan setiap personel,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap anggota harus dilakukan secara berkelanjutan agar budaya profesionalisme benar-benar tumbuh dalam organisasi, bukan sekadar slogan semata.
Kapolres menegaskan, tes urine acak merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh personel tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Pengawasan internal, menurutnya, harus diterapkan secara objektif tanpa memandang jabatan maupun fungsi seseorang di institusi.
“Tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba. Setiap personel harus mampu menjaga dirinya karena mereka adalah wajah institusi di tengah masyarakat. Organisasi yang kuat dibangun oleh anggota yang sehat, berintegritas, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap tindakan dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.(PJS BABEL)













Leave a Reply